Perjalanan hidupku yang dimulai dengan ketidak tahuan arah. Tak tau apa yang harus dilakukan sementara masalah siap menunggu jalan keluar dan solusi yang tengah dihadapi. ketidak adanya teman untuk berbagi mungkin jadi salah satu faktor mengapa aku menjadi seperti ini. jujur, disaat aku sendiri, dan aku tengah dirundung suatu masalah yang aku tak bisa menyelesaikannya sendiri, aku butuh seorang teman yang dapat berbagi. Tapi disaat aku butuh, dia tidak ada. Aku mengamuk sejadi-jadinya, menangis sejadi-jadinya, memberontak sejadi-jadinya. Aku bertanya kepada Tuhan dan tembok yang mengurungku dalam kamar, mengapa aku harus punya masalah seperti ini. aku merupakan orang yang cukup cerdas tetapi dalam mengambil keputusan aku tak pernah berpikir panjang. aku memutuskan untuk menghubungi temanku(sebut saja A). rencananya aku ingin berbagi cerita, tapi aku malah terjerumus dalam lingkup narkoba. aku berkenalan dengan narkoba itu tanpa tau sebelumnya tentang apa itu narkoba dan bagaimana cara penggunaannya. ketika temanku menggunakannya didepanku, aku hanya mampu menatap dengan tatapan bodoh. yaa maklum saya aku beru kali pertamanya melihat barang semacam itu dan melihat orang menggunakannya.Aku penasaran dengan benda itu hingga aku mencobanya. kadang kala aku menyesal, tapi rasa penyesalah itu tidak terlalu besar, tidak sebesar rasa senang saat memakainya. hingga saat ini aku baru merasakan penyesalah yang begitu besar. Tuhan bantu aku keluar dari semua ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar